21 October 2016

Cara Menghitung Pajak Mobil Terbaru 2016

Selain memperhatikan kondisi mobil agar tetap awet, hal yang perlu diperhatikan adalah bayar pajak mobil. Bila anda terlambat membayar pajak, tentunya akan dikenakan denda yang biayanya tentu besar.

58076
4.24 (84.8%) 33 votes

Table contents

Selain memperhatikan kondisi mobil agar tetap awet, hal yang perlu diperhatikan adalah bayar pajak mobil. Bila anda terlambat membayar pajak, tentunya akan dikenakan denda. Denda yang diberikan juga tidak tanggung-tanggung karena perhitungan persentase denda pajak saat ini sudah besar.

Denda pajak mobil dibuat agar pendapatan untuk pembangunan infrastruktur jalan tidak mengalami hambatan. Dulunya, denda pajak sangat kecil, hingga tak jarang banyak yang telat membayar pajak bahkan bisa sampai lima tahun sekali. Tapi, anda jangan coba-coba untuk terlambat membayar pajak sekarang karena persentase pembayarannya semakin membesar.


  Sumber: www.camargus.com

Menurut sumber terpercaya dari DIV Humas POLRI, penalti dihitung sesuai perhitungan tahunan sebesar 25% dari pajak tahunan. Artinya, jika anda telat 6 bulan membayar, berarti dikenakan denda 12,5% atau jika terlambat 3 bulan, berarti denda yang dibayar sebesar 6,25%.

Namun, ini adalah aturan lama dan aturan terbarunya adalah apabila anda terlambat 2 hari membayar pajak mobil dari tanggal jatuh tempo, maka akan dikenakan denda sebesar 25% dan jika lewat dari 1 bulan, maka akan diberikan tambahan denda sebesar 2% hingga maksimal denda sebesar 48% dari pokok pajak yang belum dibayar per bulannya. Kali ini, Camargus akan menyajikan informasi kepada sobat sekalian mengenai cara menghitung pajak mobil terbaru 2016.


  Sumber: s.kaskus.id

Ada beberapa data yang harus dipersiapkan ketika akan menghitung pajak mobil, diantaranya adalah:

1. STNK
2. Jenis mobil (sedan, minibus, dan sebagainya).
3. Merk Mobil.
4. Tipe Mobil.
5. Tahun pembuatan kendaraan.
6. Cylinder (besar CC).
7. Kegunaan mobil (untuk pribadi, umum, dan sebagainya).
8. Tanggal jatuh tempo.


  Sumber: autobild.co.id

Meskipun denda yang dikenakan lebih besar, pemerintah masih memberikan toleransi denda, yakni toleransi diberikan selama 1 hari kerja terhitung dari tanggal hari terakhir batas pembayaran. Contohnya: jatuh tempo bayar pajak mobil tanggal 20 hari selasa, jadi toleransi 1 hari kerja, sehingga denda baru akan diberikan jika membayar pada hari kamis tanggal 22.

Namun, jika batas terakhir jatuh pada hari sabtu, maka penalti baru akan dikenakan dihari selasa karena hari Minggu dianggap tidak terhitung. Intinya, jika terlambat dua hari maka akan dimasukkan sebagai denda 1 bulan pertama, dan apabila melewati 1 bulan 1 hari maka denda akan terhitung sebanyak 2 bulan. Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana perhitungan jika denda pajak mobil lebih dari dua bulan?


  Sumber: encrypted-tbn0.gstatic.com

Denda pajak merupakan penalti yang diberikan oleh pemerintah kepada pengguna kendaraan karena telah melewati batas pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB). Setiap mengalami keterlambatan membayar PKB otomatis pembayaran SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan) akan mengikuti sehingga penalti PKB yang diberikan, terhitung berdasarkan kelipatan bulan. Untuk lebih mudah memahaminya, perhitungan denda pajak mobil dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Denda PKB= Keterlambatan 2 hari sampai 1 bulan = 25%.
2. Jika terlambat dari 1 bulan = 25% + [(jumlah keterlambatan bulan-1) x 2%)]
3. Perhitungan keterlambatan maksimal 48 bulan, lewat 48 bulan tetap dikali 48.
4. Denda SWDKLLJ = 100 ribu rupiah

Contoh Kasus: Mobil Suzuki Karimun Estilo yang terlambat membayar pajak selama 5 hari, sehingga diberi denda dengan perhitungan:

1. Biaya pokok PKB = Rp 1.527.800
2. Biaya pokok SWDKLLJ = Rp 143.000
3. Maka, denda PKB = 25% x Rp 1.527.800 =382.000 (pembulatan angka)
4. Denda SWDKLLJ = Rp 100.000

Total Pokok = Rp 1.670.000
Total Denda = Rp 482.000

Nah, sekarang bagaimana apabila STNK mobil anda telah jatuh tempo dan anda dikenakan denda pajak? Berikut Camargus sajikan cara perhitungan denda pajak apabila terlambat memperpanjang STNK mobil. Ada 2 kategori denda jika telat membayar pajak, yakni:

1. Denda atas PKB
2. Denda atas SWDKLLJ

Cara menghitung dendanya, adalah sebagai berikut:

a. Denda atas PKB sebesar 25% dalam 1 tahun, jika terlambat 3 bulan, maka perhitungannya menjadi : PKB x 25% (3/12), sedangkan jika keterlambatan 6 bulan, perhitungannya: PKB x 25% (6/12), dan begitu seterusnya.
b. Denda atas SWDKLLJ nominalnya sama antara 3 hari maupun 1 tahun. Untuk mobil, dendanya sebesar 100 ribu rupiah.

Sebagai tambahan informasi, denda PKB dihitung per bulan dan tahun, sehingga tidak ditotalkan jadi berapa bulan. Denda SWDKLLJ dihitung perhitungannya adalah per tahun.

Contoh Kasus Mobil Toyota:

Pak anto terlambat membayar pajak selama 3 bulan dari tanggal jatuh temponya, dimana PKB pokok sebesar 1,5 juta rupiah, sehingga perhitungannya adalah:

a. Pokok:
PKB = 1.500.000
SWDKLLJ = 143.000
Total = 1.643.000

b. Denda
PKB = 1.500.000 x 25% x (3/12) = 93.750
SWDKLLJ = 100.000
Total Denda = 193.000

Jumlah yang harus dibayar = Total pokok + total denda = 1.643.000 + 193.000 = 1.836.000
Perhitungan di atas berdasarkan hitungan bulan dan hanya berlaku di daerah Jakarta serta beberapa wilayah Samsat lainnya.


  Sumber: kreditgogo.com

Pajak progresif mobil merupakan tarif pemungutan pajak yang diberikan kepada pemilik mobil dengan persentase terhadap jumlah atau kuantitas objek pajak serta harga dan nilai objek pajak. Ada dua jenis pajak progresif, diantaranya adalah pajak penghasilan (PPh) dan pajak kendaraan bermotor (PKB). Pajak progresif diterapkan kepada pemiliki mobil yang mempunyai kesamaan nama dan alamat pemilik kendaraan. Misalnya, sobat menjual mobil ke orang lain tanpa melakukan balik nama kepemilikan, maka sobat tetap akan menanggung pajak progresif tersebut karena nama dan alamat pemilik kendaraann masih sama.

Oleh karena itu, pentingnya melakukan balik nama ketika menjual mobil anda. Selain itu, diperlukan juga melapor ke pemilik mobil SAMSAT untuk mengetahui dimana kendaraan tersebut dialihkan. Laporan tersebut nantinya akan diproses dibawah 30 hari setelah membalik nama kepemilikan kendaraan.


  Sumber: i1.wp.com

Berikut adalah beberapa tarif pajak progresif mobil, diantaranya adalah:

No. Urutan Kepemilikan Kendaraan Persentase Tarif Pajak

1. Mobil Pertama 1,5%
2. Mobil Kedua 2%
3. Mobil Ketiga 2,5%
4. Mobil Keempat dan seterusnya 4%


  Sumber: encrypted-tbn0.gstatic.com

Perlu anda ketahui bahwa ada dua unsur mendasar pengenaann pajak progresif mobil, yakni:

a. Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB)
b. Bobot atau efek negatif akibat menggunakan kendaraan serta mampu merefleksikan tingkat kerusakan jalan yang dinyatakan sebagai koefisien bernilai satu atau lebih.

Rumus perhitungannya adalah:

(PKB/2) x 100.

Nilai PKB dapat dilihat di balik STNK. Setelah mengetahui nilai NJKB mobil, maka anda perlu mengalikannya dengan persentase tarif pajak progresif mobil sesuai dengan urutan kepemilikan mobil. Setelah itu, tambahkan SWDKLLJ untuk kendaraan kedua. Ketiga, dan seterusnya.


  Sumber: 1.bp.blogspot.com

Contoh Kasus:

Pak Dani memiliki mobil, yaitu Daihatsu, Honda, Suzuki, dan Nissan. Keempat mobil tersebut memiliki tipe dan tahun yang sama. Diketahui, nilai PKB sebesar 1,5 juta sedangkan SWDKLJJ sebesar 150 ribu rupiah. Nah, berikut adalah beberapa langkah yang harus dilakukan untuk menghitung pajak progresifnya:

NJKB : (PKB/2) x 100
Maka, nilai NJKB sebesar (1.500.000/2) x 100 = 75.000.000
Untuk pajak progresifnya, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:


  Sumber: 3.bp.blogspot.com

Mobil pertama
PKB: 75.000.000 x 1,5% = 1.125.000
SWDKLLJ: 150.000
Total: Rp 1.275.000

Mobil Kedua:
PKB: 75.000.000 x 2% = 1.500.000 (Terdapat kenaikan)
SWDKLLJ: 150.000
Total: Rp 1.650.000

Mobil Ketiga:
PKB: 75.000.000 x 2,5% = 1.875.000 (Terdapat Kenaikan)
SWDKLLJ: 150.000
Total: Rp 2.025.000

Mobil Keempat:
PKB: 75.000.000 x 4% = 3.000.000 (Terdapat Kenaikan)
SWDKLLJ: 150.000
Total: Rp 3.150.000

Nah, bagaimana sobat Camargus? Sudah paham mengenai pembayaran pajak mobil? Itulah cara menghitung pajak mobil terbaru 2016. Semoga informasi yang Camargus sajikan kali ini bermanfaat buat kalian yang sedang mengalami masalah perpajakan mobil karena terlambat membayar, dan bagi anda yang belum pernah mengalaminya, sebaiknya mengusahakan untuk tidak terkena penalti bayaran. Nantikan juga berita-berita terbaru dari Camargus yang tentu saja sangat dibutuhkan oleh anda sekalian. Salam Otomotif!