29 September 2016

Cara Mendeteksi Kerusakan ECU Mobil

Kerusakan ECU dapat disebabkan oleh bermacam-macam faktor, misalnya saja umur kendaraan yang sudah lama. Untuk mengetahui info selengkapnya, berikut cara mendeteksi kerusakan ECU dan spesifikasinya!

93877
4.33 (86.6%) 9 votes

Table contents

  • Tanda Tanda dan Gejala ECU Mobil Rusak
  • Fungsi ECU (Engine Kontrol Unit)
  • Gejala kerusakan ECU (Engine Control Unit)
  • Komponen Utama ECU
  • Sensor Pada Sistem Efi
  • Cara Mendeteksi Kerusakan ECU Mobil
  • Tips Memperbaiki ECU Mobil

  Sumber: 1.bp.blogspot.com

Engine Control Unit (ECU) atau yang biasa disebut ECM (Engine Control Module) merupakan komputer mobil yang berperan mengatur dan mengontrol kinerja mesin mobil menggunakan berbagai jenis sensor.

ECU dapat ditemukan pada mobil injeksi atau EFI. Bentuk dan letaknya sangat beragam, contohnya saja mobil asal pabrikan Jepang, Daihatsu, Honda, dan lainnya adalah Toyota menaruh ECU di bawah dashboard bagian kiri mobil. Bentuk dari ECU ini adalah persegi panjang dengan rangkaian elektronik dan software komputer yang terdapat di dalamnya. ECU berfungsi mengatur campuran bahan bakar dan udara pada ruang bakar sesuai kebutuhan dalam proses pembakaran tersebut.

Namun demikian, ECU juga dapat mengalami kerusakan. Kerusakan ECU dapat disebabkan oleh bermacam-macam faktor, misalnya saja umur kendaraan yang sudah lama, daya tempuh yang sudah jauh, serta masih banyak lagi faktor-faktor yang mendasari kerusakan ECU mobil. Untuk mengetahui info selengkapnya, berikut Camargus sajikan cara mendeteksi kerusakan ECU dan spesifikasinya.


  Sumber: cdn-2.tstatic.net

ECU memiliki beberapa fungsi yang sangat berperan penting pada mobil, di antaranya adalah:

1. Sebagai pengatur campuran bahan bakar dan udara pada ruang terbakar sesuai yang dibutuhkan pada proses pembakaran.
2. Sebagai pengatur pengapian pada setiap langkah pembakaran.
3. Sebagai pengontrol putaran mesin pada keadaan stasioner.
4. Mengatur kinerja AC mobil.
5. Mengatur dan mengontrol kinerja mesin secara keseluruhan.
6. Mendeteksi kerusakan pada setiap komponen.

Dilihat dari segi fungsinya, apabila ECU mobil mengalami kerusakan dapat segera dideteksi. Apalagi jika ada alat Engine Scanner Tools. Alat ini dapat mengetahui segala proses kerja yang dilakukan ECU sehingga mampu mendeteksi gejala-gejala kerusakan yang ditimbulkan pada mobil.


  Sumber: www.camargus.com

Gejala kerusakan yang terjadi pada ECU mobil sangat mempengaruhi sistem kerja mesin pada mobil sehingga jika anda menemukan tanda-tanda yang tertulis di bawah ini, kemungkinan ECU anda sedang bermasalah.

1. Mobil susah hidup
2. Mobil menjadi boros bahan bakar
3. Mesin mobil tidak stasioner (mesin tersendat-sendat)
4. Tenaga mesin mobil berkurang
5. Lampu check engine menyala terus atau mati total

Itulah 5 gejala kerusakan ECU yang dapat berdampak banyak terhadap mobil anda. Untuk mendapat diagnosa yang lebih akurat, sobat dapat membawa ke bengkel mobil yang telah berpengalaman pada mobil injeksi (EFI).

ECU memiliki beberapa komponen utama, diantaranya adalah:
1. Input Sirkuit
Input sirkuit berisikan koreksi-koreksi yang harus dilakukan agar dapat diproses komputer. Koreksi ini adalah hasil modifikasi tegangan dengan mengkonversi gelombang sinus menjadi rectangular untuk menghilangkan adanya gangguan dan sebagainya.


  Sumber: g02.a.alicdn.com

2. A/D Converter
Dibutuhkan perubahan signal analog menjadi signal digital melalui sistem A/D converter sebelum diproses komputer karena beberapa signal masih berada dalam bentuk analog.

3. Komputer / Mikrokomputer
Signal yang masuk dari berbagai sensor akan dilanjutkan dengan proses perhitungan oleh komputer sehingga dapat menentukan signal keluar. Bagian ini merupakan inti dalam engine control system.


  Sumber: encrypted-tbn1.gstatic.com

4. CPU (Central Prosessing Unit) berperan dalam menghitung data yang masuk dan menyimpannya sesuai dengan program dalam ROM sehingga menghasilkan signal sebagai outputnya. Selanjutnya CPU dihubungkan secara langsung antara input/output dan penyimpanan.

5. ROM (Read Only Memory) merupakan penyimpanan program dan data dalam proses perhitungan. Ketika power dalam keadaan “OFF”, isi program akan tetap tersimpan, namun isi program tidak dapat ditulis kembali. RAM (Random Accses Memory) hanya mampu menyimpan data sementara, apabila power di"OFF" kan, maka data ikut terhapus.

Ada beberapa sensor yang terdapat pada sistem Efi, yakni:
1. Throttle Position Sensor
Throttle position sensor terletak pada bodi throttle. Sensor ini mempunyai idle switch yang berfungsi mendeteksi kondisi idle dan power switch berperan dalam mendeteksi derajat pembukaan throttle melebihi nilai tertentu pada kendaraan bertransmisi manual. Saklar diatur oleh komputer baik dalam posisi “ON” maupun “OFF”. Sedangkan pada transmisi otomatis potensiometernya mampu mendeteksi derajat pembukaan throttle secara linear.


  Sumber: www.camargus.com

2. Sensor Tekanan (Pressure Sensor)
Sensor tekanan mampu mendeteksi tekanan didalam intake manifold yang terdapat pada surge tank. Sensor ini bekerja berdasarkan tekanan semikonduktor yaitu piezo-resistance, yakni sebuah elemen dengan sensifitas dan ketepatan tinggi dimana sanggup mengubah tekanan menjadi nilai tahanan melalui strain gauge tipe diafragma silikon.

3. Sensor Temperatur Air Pendingin (Water Temperature Sensor)
Sensor temperatur air pendingin berfungsi mendeteksi suhu air dingin. Sensor ini dihubungkan dengan thermistor yang mengubah suhu air pendingin menjadi nilai resistan. Nilai tahanan thermistor akan besar jika suhu pendingin rendah dan nilai tahanannya kecil apabila suhu air pendingin tinggi/panas.


  Sumber: www.camargus.com

4. Sensor Kecepatan Kenderaan (Speed Sensor)
Sensor kecepatan kendaraan terdiri dari rotary shaped magnet rotary dengan kecepatan putar sama pada speedometer posisi reed switch “ON/OFF” dimana input kecepatan kendaraan akan dikirim ke komputer.

5. Sensor Temperatur Udara Masuk (Intake Air Temperature Sensor)
Sensor temperatur berfungsi mendeteksi suhu udara masuk yang terhisap oleh mesin dimana sensor ini dihubungkan dengan thermistor. Berat jenis udara tergantung dari suhunya sehingga sensor udara masuk harus bisa mengkompensasikan rasio udara dan bahan bakar sesuai signal yang dikirim sensor suhu udara masuk.


  Sumber: www.camargus.com

6. Main Relay/Relay Utama
Apabila kunci kota berada pada posisi “ON”, maka relay utama akan menyuplai listrik ke engine control. Relay ini terdapat pada relay box mesin.

7. Relay Pompa Bahan Bakar/Relay Fuel Pump
Relay pompa bahan bakar berfungsi menyuplai listrik ke pompa bahan bakar sesuai signal yang datang dari engine control computer. Relay ini terdapat pada relay box kompartmen mesin.

Kerusakan ECU mobil dapat dideteksi berdasarkan beberapa gejala yang ditimbulkan. Umumnya, kerusakan ECU akan dialami ketika sudah memasuki usia sekitar 10 tahun. Namun tentu saja, masih terdapat beberapa kemungkinan ECU rusak sebelum 10 tahun. Semuanya tergantung dari beberapa faktor yang mempengaruhinya. Kerusakan ECU dapat dideteksi secara cepat dengan beberapa cara sebagai berikut:


  Sumber: www.karimunestilo.com

1. Mengecek indikasi lampu engine stop berwarna kuning yang terdapat pada speedometer. Jika lampu kuning cepat mati maka hal tersebut mengindikasikan ECU mobil anda sedang bermasalah.
2. Mobil tidak menyala ketika distarter.
Meskipun sangat sederhana kelihatannya, namun 2 poin ini merupakan cara yang cepat mendeteksi kerusakan ECU mobil. Tetapi untuk lebih memastikan, anda boleh membawanya ke bengkel mobil yang memiliki akreditasi baik.

Jika anda mengalami kerusakan pada ECU mobil anda, berikut adalah beberapa tips singkat memperbaiki ECU mobil:
1. Melakukan pergantian Elko dengan ukuran yang sama baik farad maupun voltasenya.
2. Memeriksa semua jalur PCB yang terkena cairan elektrolit
3. Mengecek kaki-kaki komponen elektronika yang terkena cairan elektrolit.
4. Melakukan perbaikan pada jalur Pcb yang putus.


  Sumber: encrypted-tbn0.gstatic.com

Keempat cara ini merupakan salah satu alternatif untuk penyelesaian masalah ECU mobil. Tapi anda bisa ke bengkel atau dealer terdekat untuk lebih meyakinkan bahwa ECU mobil anda rusak. Nah demikianlah informasi mengenai ECU mobil dan Cara Mendeteksi Kerusakannya yang dapat Camargus bagikan buat sobat sekalian. Semoga informasi ini dapat bermanfaat. Salam Otomotif!