28 September 2016

Cara Mengenal Dan Mengecek Plat Nomor Mobil

Sebagai warga negara yang baik, maka alangkah baiknya jika kita juga mengenal dan mengecek plat nomor mobil kita. Selain menambah pengetahun, kita juga dapat mendekatkan diri dengan pemerintah.

195316
4.14 (82.8%) 7 votes

Table contents

  • Cara Cek Plat Nomor Mobil Secara Online
  • Cek Plat Nomor Via SMS
  • Cara Cek Nopol Mobil Via Online
  • Kode Wilayah Nomor Kendaraan

  Sumber: www.camargus.com

Di samping dapat menambah wawasan bagi pribadi, secara tidak langsung juga pengetahuan tentang situs wajib perpajakan, baik itu motor maupun mobil.

Cara cek online plat nomor mobil dapat dibilang tidak hanya bermanfaat untuk kepentingan pemerintah, ataupun bagi kepentingan penyelidikan plat nomor palsu dan tidak. Tetapi untuk masyarakat sipil yang hanya ingin memakainya saja, mungkin juga tidak ada salahnya. Selain dapat menambah ilmu pengetahuan, dan sudah pasti situs yang seperti ini secara tidak langsung bisa bermanfaat untuk teman ataupun keluarga anda.

Dalam artian, apabila misalnya ada anggota keluarga anda yang kurang teliti tentang wajib pajak kendaraan serta lupa membayar pajak plat nomor mobilnya tentu juga dapat anda ingatkan. Pajak jatuh tempo tanggal sekian dan sekian. Di samping dapat menambah wawasan bagi pribadi, secara tidak langsung juga pengetahuan tentang situs wajib perpajakan, baik itu motor maupun mobil secara online ini tentu juga sangat bermanfaat untuk orang lain yang belum tahu terlalu banyak.


  Sumber: www.camargus.com

Selain secara online, masyarakat juga dapat memakai layanan sms di telepon selularnya masing-masing. Selain lebih mudah serta tidak terlalu membutuhkan koneksi internet yang berarti, masyarakat sudah dapat mengetahui plat nomor mobil yang akan diperiksa palsu ataupun tidak. Tetapi yang harus anda tau, jika semua harus disesuaikan dengan daerah tempat tinggal anda. Contohnya di Jakarta dan di Surabaya kode nomor smsnya tentu sudah sangat berbeda. Kurang lebih semua juga dapat anda lihat lewat beberapa contoh di bawah ini.

- Wilayah Provinsi Jawa Timur

JATIM (spasi) Nopol
contohnya: JATIM L2242DS
Lalu dikirim ke 7070

- Wilayah Provinsi Jawa Barat

poldajbr (spasi) Nopol
contohnya: poldajbr D4555JK
Lalu dikirim ke 3977

- Wilayah Provinsi Jawa Tengah

JATENG (spasi) Nopol
contohnya: JATENG AD4785KD
Lalu dikirim ke 9600

- Wilayah DKI Jakarta (Polda Metro Jaya)

METRO (spasi) Nopol
Contohnya: METRO B1244PUT
Lalu dikirim ke 1717


  Sumber: www.camargus.com

Sebagai warga negara yang baik, maka alangkah baiknya jika kita juga mengikuti perkembangan teknologi yang notabenya sebagai kepentingan rakyat bersama. Disamping dapat menambah ilmu pengetahuan pribadi, teknologi cek nopol canggih ini juga mungkin akan semakin membuat pribadi yang lebih dekat lagi dengan kepemerintahan, baik itu direktorat jendral pajak maupun kepolisian.

Untuk cara cek nopol ini, baik melalui sms ataupun online yang seperti ini tentu sangat bermanfaat. Di samping dapat mengumpulkan data-data perpajakan mobil secara cepat, tentunya teknologi ini juga bisa menompang keamanan serta meminimalisir kejahatan kendaraan bermotor. Baik itu pelanggaran lalu lintas, curanmor dan lain sebagainya. Tidak perlu memeriksa kelengkapan surat-surat misalnya seperti STNK serta BPKB secara offline, semua sudah dapat diketahui dengan hanya membutuhkan koneksi internet dan juga pulsa selular.

Nomor polisi diberikan sesuai dengan urutan pendaftaran mobil kita. Nomor urut itu terdiri dari 1 hingga 4 angka, serta ditempatkan setelah Kode Wilayah Pendaftaran. Nomor urut pendaftaran dibuat sesuai kelompok jenis kendaraan mobil.

Jika nomor urut pendaftaran yang telah dialokasikan telah habis dipakai, maka nomor urut pendaftaran berikutnya kembali ke nomor awalnya yang sudah dialokasikan dengan diberi tanda pengenal huruf seri A hingga huruf Z di belakang angka pendaftaran. Apabila huruf yang di belakang angka sebagai tanda pengenal kelipatan tersebut sudah sampai pada huruf Z, maka penomoran bisa memakai 2 huruf seri di belakang angka pendaftaran.
Khusus untuk DKI Jakarta, bisa menggunakan sampai 3 huruf seri di belakang angka pendaftaran, sesuai dengan kategori ataupun dengan permintaan khusus. Format kategori 3 huruf seri umum yakni: B XXXX XYZ
X = Umumnya mewakili tempat kendaraan itu terdaftar.

Huruf yang mewakili kategori tempat terdaftarnya kendaraan:
U mewakili Jakarta Utara
B mewakili Jakarta Barat
P mewakili Jakarta Pusat
S mewakili Jakarta Selatan
T mewakili Jakarta Timur
E mewakili Depok
N mewakili Tangerang
C mewakili Tangerang
K mewakili Bekasi
F mewakili Bekasi
Unyuk Y biasanya jenis kedaraan berdasar golongan.

Huruf yang mewakili kategori kendaraan:

A mewakili Sedan atau Motor
F mewakili Minibus, Hatchback, atau City Car
V mewakili Minibus
J mewakili Jip serta SUV
D mewakili Truk
T mewakili Taksi
U mewakili Kendaraan Staf Pemerintah
Q mewakili Kendaraan Staf Pemerintah, contohnya B 1234 FQN untuk Pemerintah Kabupaten Bekasi, dan B 1234 KQN untuk Pemerintah Kota Bekasi.

Z merupakan huruf acak yang diberikan sebagai pembeda. Contohnya, B XXXX PAA yang berarti mobil tersebut terdaftar pada Jakarta Pusat yakni P, berjenis sedan yakni A, dan mempunyai huruf pembeda yakni A.


  Sumber: www.camargus.com

Kode wilayah pendaftaran kendaraan bermotor telah ditetapkan oleh Peraturan Kapolri Nomor Polisi 4 Tahun 2006.

Penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor di Indonesia, terutama di Jawa, adalah warisan sejak zaman pendudukan Belanda, yang memakai kode wilayah berdasarkan pembagian wilayah karesidenan. Kode wilayah pendaftaran kendaraan bermotor telah ditetapkan oleh Peraturan Kapolri Nomor Polisi 4 Tahun 2006.

Untuk Sumatera

- BL mewakili Nanggroe Aceh Darussalam
- BB mewakili Sumatera Utara bagian Barat atau pesisir Barat
- BK mewakili Sumatera Utara bagian Timur atau pesisir Timur
- BA mewakili Sumatera Barat
- BM mewakili Riau
- BH mewakili Jambi
- BD mewakili Bengkulu
- BP mewakili Kepulauan Riau
- BG mewakili Sumatera Selatan
- BN mewakili Kepulauan Bangka Belitung
- BE mewakili Lampung

Untuk DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat

- A mewakili Banten yakni di Kabupaten serta Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, dan sebagian Kabupaten Tangerang

- B mewakili DKI Jakarta, Kabupaten serta Kota Tangerang, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kota Depok

- D mewakili Kabupaten serta Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat

- E mewakili eks Karesidenan Cirebon yakni Kabupaten serta Kota Cirebon atau E XXXX YA, Kabupaten Indramayu atau YB, Kabupaten Majalengka atau YC, dan Kabupaten Kuningan atau YD

- F mewakili eks Karesidenan Bogor yakni Kabupaten serta Kota Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten dan juga Kota Sukabumi

- T mewakili Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, sebagian Kabupaten Bekasi, serta Kabupaten Subang

- Z mewakili Kabupaten Garut, Kabupaten serta Kota Tasikmalaya atau H, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Ciamis atau T/W, dan Kota Banjar

Untuk Jawa Tengah serta DI Yogyakarta

- G mewakili eks Karesidenan Pekalongan yakni Kabupaten atau G XXXX B dan Kota Pekalongan atau A, Kabupaten atau F serta Kota Tegal atau E, Kabupaten Brebes atau G, Kabupaten Batang atau C, Kabupaten Pemalang atau D

- H mewakili eks Karesidenan Semarang yakni Kabupaten atau C/L/V serta Kota Semarang atau A/G/H/R/S/X/W/Y/Z, Kota Salatiga atau B/K, Kabupaten Kendal D/M, dan Kabupaten Demak atau E

- K mewakili eks Karesidenan Pati yakni Kabupaten Pati atau A/S/H, Kabupaten Kudus atau B/K/T, Kabupaten Jepara atau C/V, Kabupaten Rembang atau D/M, Kabupaten Blora atau E/N, Kabupaten Grobogan atau F/P, dan juga Kecamatan Cepu atau N/Y

- R mewakili eks Karesidenan Banyumas yakni Kabupaten Banyumas atau A/H/S/E, Kabupaten Cilacap atau B/K/T/F, Kabupaten Purbalingga atau C/L, serta Kabupaten Banjarnegara atau D/M

- AA mewakili eks Karesidenan Kedu yakni Kabupaten atau B serta Kota Magelang atau A/H/K/S, Kabupaten Purworejo atau C/L/V, Kabupaten Kebumen atau D/M/W, Kabupaten Temanggung atau E/N, Kabupaten Wonosobo atau F/P/Z

- AB mewakili DI Yogyakarta yakni Kota Yogyakarta atau A/H/F, Kabupaten Bantul atau B/G, Kabupaten Gunung Kidul atau D/W, Kabupaten Sleman atau E/N/Y/Q/Z/U, serta Kabupaten Kulon Progo atau C

- AD mewakili eks Karesidenan Surakarta yakni Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo atau B/K/T, Kabupaten Boyolali atau D/M, Kabupaten Sragen atau E/N/Y, Kabupaten Karanganyar atau F/P, Kabupaten Wonogiri atau G/R, serta Kabupaten Klaten atau J/C/L/V.

Untuk Jawa Timur

- L mewakili Kota Surabaya
- M mewakili eks Karesidenan Madura yakni Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sampang, serta Kabupaten Bangkalan
- N mewakili eks Karesidenan Malang yakni Kabupaten atau D-J dan Kota Malang atau A-C dan E, Kabupaten atau L-N dan Kota Probolinggo atau P-R, Kabupaten atau S,U dan Kota Pasuruan atau V,X, Kabupaten Lumajang atau W-Z, serta Kota Batu atau K
- P mewakili eks Karesidenan Besuki yakni Kabupaten Bondowoso atau A-D, Kabupaten Situbondo atau E-H, Kabupaten Jember atau K-T, serta Kabupaten Banyuwangi atau U-Z
- S mewakili eks Karesidenan Bojonegoro yakni Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten dan Kota Mojokerto, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, serta Kabupaten Jombang
- W mewakili Kabupaten Sidoarjo, serta Kabupaten Gresik
- AE mewakili eks Karesidenan Madiun yakni Kabupaten dan Kota Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ponorogo, serta Kabupaten Pacitan atau W / X / Y / Z.