29 September 2016

7 Cara Tercepat Mendeteksi Kerusakan Busi Mobil

Busi merupakan komponen vital dalam sistem pengapian. Busi termasuk salah satu piranti yang terdapat pada motor bensin dan berperan penting bagi mesin mobil. Cek bila ada kerusakan!

83278
5 (100%) 4 votes

Table contents

  • Busi Mobil
  • Mendeteksi Kerusakan Busi Mobil
  • Standar penggantian busi untuk mobil dengan platina
  • Ciri Busi Harus Diganti
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mulai mengganti busi
  • Jenis dan Tipe Busi untuk mobil

Busi merupakan komponen vital dalam sistem pengapian. Busi termasuk salah satu piranti yang terdapat pada motor bensin dan berperan menghasilkan spark atau loncatan bunga api di antara elektrode busi dalam ruang terbakar sehingga campuran udara dan bahan bakar dapat terbakar.

Loncatan bunga api yang dimaksud di sini adalah energi listrik yang diperoleh dari baterai atau ACCU. Percikan bunga api dapat timbul jika terjadi tegangan tinggi di antara elektrode busi. Ketika power dinyalakan dan alat penyuplai energi bekerja, tegangan antara elektrode busi meningkat tajam sehingga tegangan penyalaan api dapat tercapai. Namun jika bunga api dilepaskan, maka tegangan pada elektrode busi akan menurunkan tegangan penyalaan.


  Sumber: www.camargus.com

Busi memiliki fungsi yang sangat penting dalam sistem pengapian mobil. Jika busi mengalami kerusakan dapat menyebabkan mobil mogok. Kerusakan mobil dapat diketahui dengan melihat tanda-tanda kerusakan pada businya. Umumnya, kondisi busi yang sudah tidak baik akan mempunyai warna cokelat, hitam penuh kerak, keadaannya gosong, meleleh, dan beberapa kondisi buruk lainnya. Oleh sebab itu, kali ini Camargus akan memberikan 7 cara tercepat mendeteksi kerusakan busi mobil sobat sekalian.


  Sumber: willykk.files.wordpress.com

Busi yang rusak, dapat dilihat dari beberapa kondisi fisiknya mulai dari warna hingga bentuknya. Berikut ciri-cir busi mobil yang mengalami kerusakan:
1. Warna busi cokelat dan cukup usang. Ini menandakan bahwa masa pakai busi hampir habis sehingga harus segera diganti. Jika tidak, busi akan mengalami kerusakan sendiri.
2. Apabila warna busi kemerahan atau kekuningan, hal ini menandakan bahwa adanya panas berlebihan pada mesin. Sobat dapat mengecek pada bagian pendingin mesin mobil seperti radiator atau komponen pendingin lainnya.


3. Kondisi busi gosong dan terlihat hitam menyerupai kerak. Hal ini biasanya menandakan bahwa telah terjadi kesalahan pada setelan bahan bakar sehingga sobat sebaiknya mengecek aliran bensin serta piranti kelistrikannya.
4. Kondisi busi meleleh. Ini menandakan bahwa elektroda gosong dan kemungkinan disebabkan oleh kompresi bocor sehingga sebagian oli ikut terbakar pada mesin.
5. Adanya kerak dalam jumlah banyak di kepala busi. Kemungkinan setelan bahan bakar jelek sehingga terjadi kebocoran pada sill klep dan membuat sebagian oli masuk ke dalam busi.


6. Busi dalam keadaan basah. Keadaan basah bisa disebabkan adanya sisa pelumas di elektroda dan kepala busi. Sobat dapat memeriksa timing atau ritme pengapian serta memperbaiki bahan bakar yang biasa digunakan, misalnya mengganti dengan pertamax.
7. Biasanya mobil tersendat atau mendadak mati. Apabila ini terjadi, kemungkinan koil sudah panas sehingga yang perlu dilakukan adalah mematikan mobil dan kompres koil memakai kain yang telah diberi sedikit air.


  Sumber: www.camargus.com

Busi merupakan komponen mobil yang tidak dapat dianggap remeh. Meskipun bentuknya kecil, busi memiliki fungsi yang sangat penting. Apabila mobil anda mengalami mogok atau susah dinyalakan, maka yang sebaiknya anda cek pertama kali adalah businya. Busi dapat diganti berdasarkan tingkat kerusakannya dan faktor usia. Standar penggantian busi untuk mobil yang memiliki platina adalah untuk mobil baru dilakukan setiap 60 ribu mil atau kira-kira 96 ribu km sedangkan untuk mobil lama dapat dilakukan penggantian ketika sudah menempuh jarak sebanyak 15 ribu mil atau 24 ribu km.

Adapun ciri-ciri busi yang harus diganti adalah sebagai berikut:
1. Insulator dan elektrodenya sudah berwarna cokelat kemerahan atau abu-abu terang.
2. Elektrode dan busi tertutup dengan kerak hitam.
3. Ujung insulator berwarna kuning kecokelatan muda dan kadang-kadang timbul warna hijau agak basah. Ini berarti oli sudah tercemar bahan lain seperti air sehingga sebaiknya mengganti busi sebelum kerusakan semakin parah dan menyebabkan mobil tidak bisa jalan.


  Sumber: encrypted-tbn2.gstatic.com

Meskipun busi dapat diganti dengan yang baru apabila mengalami kerusakan, ternyata penggantian tersebut memberi efek samping karena pemakaian bahan bakar menjadi boros akibat asupan bensin ke ruang bakar meningkat (deras) sedangkan percikan api yang dihasilkan oleh busi melemah.

Sebelum mengganti busi, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan di antaranya adalah memastikan mesin mobil sudah mati dan memarkirnya di tempat sejuk. Untuk hasil yang maksimal, sebaiknya anda melepaskan aki mobil. Untuk melakukan penggantian busi mobil, berikut langkah-langkah yang dapat anda lakukan.

1. Pertama-tama bersihkan bagian busi menggunakan semprotan angin berkekuatan tinggi. Semprotan angin dapat berasal dari air compressor. Selanjutnya, bersihkan kerak memakai air compressor sehingga kotoran atau karbon fluida tidak jatuh ke dalam silinder ketika proses pembersihan sedang berlangsung.


  Sumber: www.rentalmobilalfatih.com

2. Lepaskanlah kawat busi dengan cara memutar tutup karet sambil ditarik. Sebaiknya kabel busi tidak langsung ditarik karena dapat merusak. Kemudian, lepaskan busi dari socket dengan cara memutarnya. Jangan jatuhkan apapun ke atas silinder mesin, piston, atau head karena mengakibatkan kerusakan serius pada silinder atau head. Terakhir, ada baiknya busi baru telah tersedia sehingga dapat langsung dipasang di atas masing-masing silinder mesin.

Sebelum mengganti busi dengan yang baru, sebaiknya perhatikan dulu jenis dan tipe busi mobil anda karena tidak semua busi cocok dengan mobil yang ada. Mengganti busi yang tidak sesuai dengan tipe awalnya dapat mengakibatkan mobil akan sering tersendat dan tarikannya tidak responsif. Berikut jenis dan tipe busi untuk mobil yang bisa menjadi acuan sobat sekalian.


  Sumber: www.camargus.com

1. APV 1.5 G15A, Carry 1.5 G15A dengan tipe busi K20PR-U/IK20
2. TOYOTA CAMRY GLX 2.2L, Grand 3.0, Camry 2.4/3.0 menggunakan busi K20TR11/IK20L
3. Carry ST 20 tipe busi W16FP-Us
4. Esteem 1.6 GT G13A tipe busi W20EX-U/IW20


5. Forsa Amenity SF413, Esteem 1.3 SOHC memiliki tipe busi W20EP-U/IW20
6. Grand Vitara 2.0 (J20A DOHC), Grand Escudo, Baleno, Aerio, Esteem 1.6 GT13A tipe busi K20PR-U11/IK20
7. Grand Vitara 2.4 (J24B DOHC VVT) tipe busi XU22PR9/IXU22
8. Harrier, Alphard 2.4/3.0/3.5,RAV4 menggunakan tipe busi SK20R11/IK20L


9. Karimun Estilo 1.0 (F10D sohc) menggunakan tipe busi XU22PR9/IXU22
10. Toyota Kijang 3K,4K,5K,7K, Corola AE80, Corona AT151 dengan tipe busi WX16EX-U/IW16
11. Kijang EFI/7K, Crown MS111/122, Starlet EP82, TOYOTA COROLLA AE92, dengan tipe busi W16XR-U/IW16


12. SUZUKI SWIFT 1.5 (M15A DOHC VVT) tipe busi K20PR-U11/IK20
13. SX4 X-Over 1.5 (DOHC 16 Valve VVT) tipe busi K20PR-U11/IK20
14. Soluna, Altis, TOYOTA CORONA AT190/171, Starlet EP82, Corolla AE101/111 dengan tipe busi K16R-U11/IK16

Tipe busi diatas merupakan jenis busi yang digunakan oleh beberapa merek mobil. Jika sobat tidak menemukan tipe busi yang sesuai dengan mobil anda, boleh langsung bertanya ke dealer-dealer terdekat agar lebih aman.

Demikianlah 7 cara tercepat mendeteksi kerusakan busi mobil. Jangan lupa untuk tetap memperhatikan komponen vital mobil ini. Meskipun kecil, busi memiliki efek yang besar apabila mengalami kerusakan. Semoga info yang Camargus sajikan diatas bermanfaat bagi sobat sekalian. Salam Otomotif!